
Batik selalu identik dengan kebudayaan Jawa. Namun, jangan salah, batik memiliki beberapa pilihan. Jika bosan dengan batik bernuansa Jawa, Anda bisa mencoba beralih ke batik lain. Batik Minang, misalnya.
Sama seperti batik Jawa, batik Minang terbagi menjadi dua jenis. Yakni, batik cap dan batik tulis. Karena berasal dari Sumatra Barat, tentu batik ini bermotif kental dengan budaya dan tradisi Minangkabau. Motif rumah bagonjong yang merupakan rumah adat Minangkabau, menjadi corak yang banyak diminati karena merupakan khasnya suku ini.
Belum lama ini, pengembang batik bernama Liza Mustafa, yang juga istri Menteri Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar, mengakui batik Minang belum sekuat batik Jawa dalam pemasarannya. Namun, coraknya yang khas diyakini akan mampu menembus pasaran.
Jadi, jika jenuh dengan batik biasa, tak ada salahnya mencoba batik Minang. Karena selain motifnya yang menarik, warisan budaya negeri ini pun semakin berkibar.(PAG/ANS)
Jumat, 05 Maret 2010
Batik Minang Tak Kalah Pamor
Diposting oleh Batik Milik Kita di 17.59 0 komentar
Ibu Negara Peragakan Batik

Para model berseliweran di atas panggung catwalk? Itu hal biasa. Namun ketika yang menjajal diri sebagai peragawati itu Ibu Negara, lain lagi ceritanya. Di dalam gerbong kereta api menuju Cirebon, Jawa Barat, belum lama ini, Istri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono memamerkan busana batik.
Ibu Ani tidak sendirian memeragakan aneka ragam batik Nusantara. Para istri pejabat lainnya pun didaulat untuk menjadi model dadakan. Sebut saja Herawati Boediono, istri Wakil Presiden Boediono. Ada juga istri para duta besar negara sahabat, serta istri sejumlah menteri.
Selain memeragakan, Ibu Negara dan rombongan mengunjungi pusat kerajinan batik. Sejumlah siswa sekolah menengah kejuruan menyambutnya dengan menunjukkan kebolehan membatik. Ibu Negara menyebutkan, dirinya berkomitmen memajukan batik. Batikku, warisan bangsaku, demikian pesannya.(OMI/AYB)
Diposting oleh Batik Milik Kita di 17.57 0 komentar
Batik Meriahkan Karnaval di Singapura

Memeriahkan hari raya Imlek, sebuah karnaval jalanan dibuka di Singapura, baru-baru ini. Karnaval yang dinamai dengan "Chingay Parade Of Dreams" digelar di PIT Building di arena Sirkuit F-1. Karnaval dihadiri oleh puluhan delegasi dari sejumlah negara, seperti Indonesia, Jepang, Taiwan, Thailand, serta sejumlah negara Asia lainnya.
Penampilan Indonesia dalam karnaval dengan menghadirkan busana batik dari berbagai macam kreasi menjadi daya pikat bagi warga Singapura maupun pengunjung. Doris, salah seorang warga Singapura mengaku sangat tertarik dengan busana batik dan budaya yang ditampilkan Indonesia. Selain menampilkan keindahan juga menghadirkan keanggunan, kata Doris. Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kota Solo, Purnomo berharap, tampilnya batik di luar negeri bisa jadi citra pariwisata bagi Indonesia.
Karnaval yang disebut terbesar pernah digelar di Asia ini, tidak hanya menampilkan budaya tradisional, tapi juga menampilkan kebudayaan kontemporer, serta dimeriahkan dengan atraksi kembang api dan balon-balon terbang yang memenuhi langit kota Singapura.(ARL/AYB)
Diposting oleh Batik Milik Kita di 17.54 0 komentar
Batik Cantik dari Limbah

Seni batik memang tak ada habisnya. Di kota batik Pekalongan, Jawa Tengah, Harris menyulap limbah kertas menjadi beragam batik bernilai jual tinggi.
Kreativitas Harris berawal dari limbah olivium foil di tempat pembuangan akhir sampah di kota- kota besar. Lalu, ia menorehkan lukisan di atasnya, dengan warna-warna yang serba natural.
Upaya itu tidak mudah. Karena, menurut Harris, kertas merupakan bahan yang mudah hancur bila terkena air. Namun dengan pewarna alami olahannya, kertas batik buatan Harris tak hancur meski direbus dan dicelupkan ke air.
Pada akhirnya, limbah-limbah bermotifkan batik itu pun menjelma menjadi kardus pembungkus pakaian atau sandal, alas suguhan di meja, dan juga tas. "Sambutan pasar cukup positif. Terlebih lagi dari mancanegara," kata Harris.
Sang pembatik berharap, karya-karyanya juga diterima di dalam negeri. Sehingga, upayanya mendaur ulang sampah atau limbah akan menghasilkan kreasi-kreasi yang makin menawan.(SHA)
Diposting oleh Batik Milik Kita di 17.52 0 komentar

